Selasa, 09 Juli 2013

About MP 4 Palestine

MP bisa bermakna = Multiply People,
Multi People, atau Merah Putih ^_^
yang pasti MP4P terbentuk karena rasa PEDULI ^_^


Palestina yang mempunyai hubungan yang kuat, terutama saat kemerdekaan Indonesia,  membutuhkan dukungan dan kepedulian Bangsa dan rakyat Indonesia. Banyak dukungan yang bisa kita berikan kepada saudara-saudara kita di Palestina. MP4P pun ingin menjadi bagian menyalurkan aspirasi itu.

MP 4 Palestine (MP4P) awalnya adalah kumpulan blogger Multiply yang peduli dengan kemerdekaan Palestine. Kami mengumpulkan dana sejak 2009 hingga saat ini dalam bentuk jualan online dan offline (saat ada event atau dijual langsung ke teman-teman). Barang-barang yang dijual itu berasal dari modal yang dikumpulkan dari relawan MP4P ataupun merupakan sumbangan dari produsen.

- Salah satu produk kami yaitu pin dengan tema 1 man, 1 pin, 1 dollar.
- Donasi dari donatur atau keuntungan penjualan disalurkan lewat KNRP.
- Selain itu, MP4P juga pernah menggalang dana dan menyalurkan langsung saat kebakaran di Tambora dan banjir di Karawang

Relawan-relawan MP4P rata-rata adalah teman dunia maya yang jarang bertemu. Kami saling mengenal karena terlebih dahulu berteman di dunia maya (Multiply atau FB). Kami biasa mengadakan rapat via inbox di FB, YM atau via telepon. Kopdar-kopdar biasa dilakukan ketika ada event tertentu dan atau saat event berlangsung. Akan tetapi, MP4P terbuka bagi siapapun yang ingin menjadi relawan, tidak harus blogger ^_^

Wakil dari MP4P pernah mengikuti seminar dan training for trainer of the Al-Aqsa & Palestine yang diadakan oleh KNRP. Selanjutnya, kami juga membaginya kepada blogger Multiply pada ultah MPID Juli 2010 lalu dan sharing cerita dengan adik-adik (yatim piatu) di daerah Bekasi agar mereka terus termotivasi dengan aktivitas anak-anak Palestina yang mengagumkan.

Melihat kondisi Indonesia yang bertubi-tubi tertimpa bencana, kami mencoba melakukan penggalangan dana untuk Wasior, Mentawai, dan Merapi. Alhamdulillah, sejak 27 Oktober hingga saat terakhir catatan ini ditulis, kami telah mengumpukan dana 26.849.000 yang sebagian besar disalurkan lewat Rumah Zakat dan sebagian lain, sesuai amanah dari donatur, dibelikan barang yang kemudian disalurkan langsung ke Merapi berupa kebutuhan anak (alat tulis, snack, dll), mukena,masker, dan urgent needs. Selain itu, kami juga menerima donasi dari berupa barang yang dikumpulkan di posko di Jakarta. Kami juga bekerja sama dengan komunitas dan lainnya untuk mengumpulkan buku-buku untuk adik-adik di Merapi.

Selain itu, selama sepekan,  MP4P juga mengirimkan beberapa relawan ke tempat pengungsian dan bencana merapi. Mereka bertugas di bagian Trauma Healing dan lainnya.

Fan Page di FB:

BSM 009 710 6654 a/n Inna Putri (bendahara MP4P)

CP: Novi (08121894517)

Apakah Sampai Padamu Berita Tentang Mahanazi?

oleh : Helvy Tiana Rosa 
(dibacakan oleh Mbak Helvy sendiri pada acara Charity Dinner, salah 1 rangkaian acara Asia Pacific Community Conference for Palestine di JCC, 29 Juni 2011)

Kabar apakah yang sampai padamu tentang Palestina?
Apakah sampai padamu berita
tentang rumah-rumah yang dihancurkan
tanah-tanah meratap berpindah tuan,
bahkan manusia yg dibuldozer?

Apakah sampai padamu berita
tentang air mata yang tumpah
dan menjelma minuman seharihari
tentang jadwal makan yang hanya sehari sekali
atau listrik yang menyala cuma empat jam sehari?

Apakah sampai padamu
berita tentang kanak-kanak yang tak lagi berbapak
tentang ibu mereka yang diperkosa atau diseret ke penjara?
Para balita yang menggenggam batu
dengan dua tangan mungil mereka
menghadang tentara zionis Israel
lalu tangan kaki mereka disayat dan dibuntungi

Apakah sampai padamu berita tentang masjidil Aqsha
di halamannya menggenang darah
dan tubuhtubuh yang terbongkar
Peluru yang berhamburan di udara
menyanyikan lagu kematian menyayat nadi
kekejaman yang melebihi fiksi
dan semua film yang pernah kau tonton
di bioskop dan televisi
Kebiadaban yang mahanazi

Tapi orangorang di negeriku masih saja mengernyitkan kening:
“Palestina? Untuk apa memikirkan Palestina?
Persoalan di negeri sendiri menjulang!”
Mereka bersungutsungut tak suka
Membatu, tak jarang terpengaruh
menuduh pejuang kemerdekaan Palestina
yang membela tanah air mereka sendiri
sebagai teroris!

Duhai, maka kukatakan pada mereka:
Tanpa abai pada semua persoalan di negeri ini
Atas nama kemanusiaan: menyala-lah!
Kita tak bisa hanya diam
menyaksi pagelaran mahanazi
sambil mengunyah menu empat sehat lima sempurna
dan bercanda di ruang keluarga
kita tak bisa sekadar
menampung pembantaianpembantaian itu dalam batin
atau purapura tak peduli
Seorang teman Turki berkata:
mereka yang membatasi ruang kemanusiaan
dengan batasbatas negara
sesungguhnya belum mengerti makna kemanusiaan

Hai Amr Moussa tanyakan pada Liga Arab
belum tibakah masanya bagi kalian
bersatu, membuka hati, berani
berhenti mengamini nafsu Amerika
yang seharusnya kita taruh di bawah sepatu?

Hai Ban Ki Moon,
apakah Perserikatan Bangsa Bangsa itu nyata?
Sebab tak pernah kami dengar
PBB mengutuk dan memberi sanksi
pada mahanazi teroris zionis Israel
yang pongah melucuti kemanusiaan dan keberadaban
dari wajah dan hati dunia
Apakah kalian, apakah kita tak malu
Pada para syuhada flotilla, Rachel Corrie, Yoyoh Yusroh
dan George Galloway?

Karena sesungguhnya kita bisa melakukan sesuatu:
menyebarkan tragedi keji ini pada hatihati yang bersih,
memberi meski sedikit apa yang kita punya
dan mendoakan Palestina

Apakah sampai padamu, berita tentang mahanazi itu?
Tentang Palestina yang bersemayam kokoh
di hati mereka yang diberi kurnia?

Seperti cinta yang tak bisa kau hapus
dari penglihatan dan ingatan,
airmata, darah, dan denyut nadi manusia
: Lawan Mahanazi!

(Ba’da Subuh, Depok, 25 Juni 2011)

Doa Anak-Anak Gaza di Pagi Hari

Oleh : Habiburrahman El Shirazy

(Disampaikan pada saat Charity Dinner - Asia-Pacific Community Conference for Palestine di Jcc, 29 Juni 2011)


Tuhan
Pagi ini kami ingin sekolah
Kami rindu pada madrasah kami yang indah
Kami rindu pada cerita Lubna dan Antarah
Tentu juga Sirah Rasulillah

Pagi ini kami ingin secuil roti
Kami ingin sepotong keju
Setetes susu
Dan sebutir Tin dan Zaitun

Pagi ini kami ingin belaian cinta
Ayah kami tercinta
Paman kami tercinta
Kakek kami tercinta

Pagi ini kami ingin matahari
Yang cerah menyinari gaza
Dan mengusir segala kecemasan jiwa

O Tuhan, apakah mereka akan merampas juga
Matahari kami, atau menutup Gaza
Tanpa matahari
Sehingga tak ada lagi pagi bagi kami

Tuhan
Biarlah mereka mengucilkan kami dari dunia
Asal setiap pagi
Kau masih tersenyum pada kami
Dunia tidak penting lagi bagi kami

Tuhan
Kami tidak pernah mengemis kemerdekaan pada siapapun
Karena kami telah memiliki kemerdekaan itu
Setiap kami menyebut nama-Mu
Dan setiap kami rukuk dan sujud kepada-Mu

Tuhan ini pagi ini kami tetap tersenyum kepada-Mu
Maka tersenyumlah kepada kami


(Puisi ini pernah dibacakan dalam Konferensi Internasional Pengajar Bahasa Arab Dunia Islam, di Universitas Al Azhar Indonesia, Juli 2010. Dibacakan kembali pada acara Asia-Pacific Community Conference for Palestine di Jakarta, 29 Juni 2011)